Resensi buku 6

Maret 26, 2008 at 9:21 am | In Uncategorized | 1 Comment

Laskar Pelangi

Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmubahkan terkadang hanya untuk menyanyikan Padamu Negeri di akhir jam sekolah.

Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita. Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya.Buku ini dipersembahkan buat mereka yang meyakini the magic of childhood memories, dan khususnya juga buat siapa saja yang masih meyakini adanya pintu keajaiban lain untuk mengubah dunia: pendidikan.

Resep masakan 2

Maret 24, 2008 at 9:17 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Mangoes with Sticky Rice

Ingredients:

1 cup Coconut cream
4 tablespoons Sugar
1 teaspoon Salt
4 Ripe mangoes
3 cups Sticky coconut rice
Instructions:

Mix the coconut cream with the sugar and salt, and bring to a boil. Simmer for a few minutes, stirring occasionally. Peel the mangoes and slice them, removing the stones. Arrange the mangoes on individual plates with rice beside them. Spoon the sauce over the rice. COCONUT RICE (Khao Man): Coconut rice can be prepared with another ordinary or sticky rice, depending on what sort of dish it is to be served with. If using sticky rice, soak it first in plenty of water for at least two hours, but preferably overnight If prepared with ordinary rice. Sticky coconut rice is delicious with mangoes. 2 cups rice 2 cups water 1 cup coconut cream Salt Rinse and drain the rice and put into a pan with the water, coconut cream and salt. Mix well Bring to the boil over medium heat. Reduce the heat and cover. Simmer for 10 minutes. When all the liquid has been absorbed, cook for a few more minutes over low heat. The resulting slight burning of the rice at the bottom of the pan gives extra flavour to this dish.

Resensi buku 5

Maret 11, 2008 at 9:09 am | In Uncategorized | Leave a Comment

5CM

 

Judul Buku:5 CM

Penulis       :D onny Dhirgantoro

Penerbit      :P T.Grasindo

Tebal Buku :381 halaman

Buku 5cm ini menceritakan tentang persahabatan lima orang anak manusia yang bernama Arial,Riani,Zafran,Ian,dan Genta.Dimana mereka memiliki obsesi dan impian masing-masing.Arial adalah sosok yang paling ganteng diantara mereka,berbadan tinggi besar.Arial selalu tampak rapi dan sporty.Riani adalah sosok wanita berkacamata,cantik,dan cerdas.Ia mempunyai cita-cita bekerja di salah satu stasiun TV.Zafran seorang picisan yang berbadan kurus,anak band,orang yang apa adanya dan kocak.Ian memiliki postur tubuh yang tidak ideal,penggila bola,dan penggemar Happy Salma.Yang terakhir adalah Genta.Genta selalu dianggap sebagai “the leader” oleh teman-temannya,bebadan agak besar dengan rambut agak lurus berjambul,berkacamata,aktivis kampus,dan teman yang easy going.

 

Lima sahabat ini telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun.Suatu ketika mereka jenuh akan aktivitas yang selalu mereka lakukan bersama.Terbesit ide untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan.Ide tersebut pun disepakati.Selama tiga bulan berpisah itulah terjadi banyak hal yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya.Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan dengan sebuah perjalanan.Dalam perjalanan tersebut mereka menemukan arti manusia sesungguhnya,bukan hanya seonggok daging yang dapat berbicara,berjalan,dan punya nama.Mereka pun pada akhirnya dapat menggapai cita-cita yang mereka impikan seajak dulu.

 

Kelebihan buku ini adalah ceritanya yang menarik,menggunakan bahasa yang mudah dimengerti,dan alur cerita yang tidak membosankan sehingga pembaca ingin membaca buku ini hingga halaman terakhir.Pesan moral yang disampaikan pun sangat baik sehingga memotivasi pembaca agar bisa mengejar impian mereka dan membuat jadi nyata.

Resep masakan

Maret 4, 2008 at 9:07 am | In Uncategorized | 1 Comment

  

Chicken Kabab

Category:  Arabian Recipes 

Ingredients:

chicken breasts,1,pound,boneless,skinless

olive oil,1/4,cup

lemon juice,1/4,cup,fresh

cinnamon,1/8,teaspoon

garlic,2,clove,minced

salt,,

black pepper,,,ground

green pepper,1,,chopped in 1 inch pieces

onions,3,,par-boiled, chopped in 1 inch pieces

skewers,,, for grilling

Instructions:
Combine oil, lemon, cinnamon, garlic, salt and pepper. Remove all fat and membrane from chicken, cut into 1 inch cubes and combine with marinade.( refrigerate 2-3 hours )

Let stand at room temp 30 min before grilling. Thread skewers with chicken, onions and peppers. Grill or broil until golden, do not overcook, serve with pita.

Great for all occasions. Eat casually in a pita, or over rice on a plate. Health nuts will love it.

Servings: about 8 skewers

(maaf pake bahasa inggris. lagi males nulis.)

Resensi buku 4

Februari 26, 2008 at 9:27 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Resensi buku The Bookaholic Club
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Pengarang: Poppy D. Chusfani
Tahun: 2007
Genre: Teenlit
Tebal: 192hlm
Ukuran: 13.5×20cm

Seperti pada umumnya cerita-cerita genre Teenlit, kisah ini menyajikan kehidupan sehari-hari remaja: hubungan dengan orang tua dan saudara, tugas dan kewajiban sebagai siswa di sekolah, masalah dengan teman atau lawan satu sekolah, soal pacar atau calon pacar, masalah dengan diri sendiri dan bagaimana menyelesaikannya.
Lalu apa yang membedakan karya Poppy ini dengan genre Teenlit lainnya? Fantasi Modern, kalau saya boleh menyebutnya demikian. Istilah Fantasi Modern biasanya terkait dengan kisah yang terjadi di dunia kita namun ternyata ada dunia lain yang tidak kita sadari. Harry Potter adalah salah satu contoh.
Cerita ini ditulis dengan memakai sudut pandang orang pertama, namun sudut pandang inipun tidak selalu tokoh yang sama. Itulah sebabnya dalam setiap bab, selalu ada nama karakter sebagai judul bab untuk menjelaskan karakter siapa yang menjadi sudut pandang pertama.
Des, seorang penyihir. Kemampuannya ini dia anggap sebagai kutukan, sehingga dia menjauh dari setiap orang yang mau berteman dengannya. Dia takut orang akan membenci dia atau memanfaatkan kekuatan sihirnya. Akibatnya dia selalu bersikap judes, pesimis dan memandang sesuatu dari sisi negatif. Karena tak punya teman, satu-satunya pelariannya adalah membaca buku.
Tori, gadis pemalu dan gagap. Berbeda dengan ibunya yang pandai bergaul, Tori selalu merasa minder dan takut bergaul dengan orang lain. Di sekolah ia selalu diejek karena kegagapannya, hal yang membuatnya semakin takut menghadapi orang lain. Yang mampu dia hadapi hanyalah buku yang tak akan membuatnya minder dan gagap. Dia sangat menyukai buku-buku arkeologi.
Chira, karena bisa melihat hantu, banyak yang takut atau menganggapnya orang aneh sehingga menjauhi dan mengolok-oloknya. Seringkali terkejut karena melihat hal-hal yang tak bisa dilihat orang lain membuatnya menjadi introvert. Karena ayahnya hanya buruh pabrik, dia banyak belajar dan membaca agar pintar dan mendapat beasiswa sehingga bisa belajar di sekolah elite. Satu-satunya yang ia sukai di sekolah itu adalah perpustakaannya yang luas dan lengkap.
Erin, berwajah cantik dan bertubuh sempurna seperti model, artis atau boneka Barbie, terserah kalian mau menjulukinya apa. Tapi dia tidak bahagia dengan kelebihannya, karena semua mau berteman hanya karena dia cantik dan anak orang kaya. Tak ada yang mau tulus berteman atau mau menerimanya apa adanya. Yang bisa menghibur hatinya hanyalah membaca buku, terutama karya sastra klasik.
Keempatnya bertemu dan berkenalan di satu sekolah yang sama, menghadapi musuh yang sama, Ms. Populer bernama Luana dan para anak buahnya yang memandang para kutu buku sebagai orang aneh dan norak. Tiap perselisihan yang terjadi membuat mereka berkenalan dan menjadi akrab satu sama lain karena merasa senasib dan punya hobi yang sama.
Selain menghadapi musuh yang sama, mereka juga terpaksa mengikuti gaya hidup hura-hura yang tak disukai, bertemu dengan cowok keren bernama Bellin, atau pelatih cheerleader waria yang selalu heboh dan menjadi pusat perhatian. Sampai kemudian terjadi kecelakaan yang nyaris menimpa Erin, dan Des terpaksa menggunakan sihirnya untuk menyelamatkan Erin. Membuat ketiga temannya mengetahui rahasia dan alasan sikap judesnya selama ini. Setelah penjelasan Des, ketiganya sepakat menjaga rahasia tersebut daripada dikutuk jadi kodok.
Des lalu mengajak teman-teman barunya mengunjungi toko buku antik milik Kakek Lim, di sana dia diberikan sebuah buku aneh yang tak dapat dibacanya karena ditulis dengan huruf Rune. Hanya Tori yang mampu membacanya. Isinya ternyata adalah bahwa Des adalah keturunan penyihir dan harus menghadapi kekuatan jahat yang disebut Bayangan bersama tiga orang terpilih lainnya. Tak percaya dengan hal ini dan hanya menganggapnya konyol seperti di film atau buku, dia berusaha mengacuhkannya.
Tapi kekacauan demi kekacauan ternyata tak kunjung berhenti, keempatnya mau tak mau harus menghadapi musuh yang bahkan mereka tak tahu seperti apa. Sampai di suatu pesta yang diselenggarakan Bellin, Bayangan muncul dan tak satupun menyangka siapa atau apa wujud sebenarnya ketika bertemu saat itu.
Jalan cerita cukup menarik, diselipi dengan istilah atau pengetahuan umum singkat seperti pembakaran penyihir di Salem tahun 1600-an atau kamar Erin yang dilengkapi dengan Jacuzzi. Membaca beberapa bagian cerita kadang membuat saya tersenyum atau tertawa lepas, juga mengingatkan pada gaya JK Rowling yang selalu menyelipkan istilah atau nama-nama populer dengan penjelasan ringkas namun informatif dalam setiap buku Harry Potter. Juga gaya penulisan Poppy yang melawan arus atau pakem umum, membuat jalan cerita tidak stereotip atau ikut-ikutan dengan gaya yang sudah ada dan dikenal, menjadi keunggulan novel ini.

Resensi buku 3

Februari 26, 2008 at 9:24 am | In Uncategorized | Leave a Comment

MISTERI LISTERDALE

(The Listerdale Mystery)

Penulis: Agatha Christie

Novel dewasa terjemahan

Tebal halaman: 308hlm

 Dalam Misteri Listerdale, Agatha Christie kembali membuktikan dirinya sebagai pengarang top dunia yang tak ada tandingannya dalam merangkai kisah-kisah misteri. Dua belas cerita pendek dalam buku ini menceritakan petualangan tokoh-tokohnya yang terlibat berbagai peristiwa kriminal dalam keseharian mereka. Dalam Philomel Cottage ada istri yang mencurigai suaminya pembunuh. Jane Mencari Pekerjaan menceritakan gadis yang tertipu saat mencari kerja. Buah Berlimpah di Hari Minggu berkisah tentang pasangan yang menemukan permata curian di dalam keranjang buah. Dalam Nyanyian Terakhir, seorang penyanyi terkenal hendak membalas dendam pada pria dari masa lalunya. Juga ada kisah romantis mengharukan dalam cerita yang dijadikan judul utama, Misteri Listerdale.

Resensi buku 2

Februari 13, 2008 at 8:10 am | In Uncategorized | 2 Comments

Judul : Dracula
Penulis : Bram Stroker
Penerjemah : Ny. Suwarni A.S
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Mei 2007
Tebal : 528 hlm ; 20 cm

Dracula, adalah monster vampir yang usianya telah mencapai ratusan tahun. Ia memiliki kekuatan sama dengan dua puluh orang. Kelicikannya yang luar biasa tumbuh bersama masa hidupnya dari abad ke abad. Ia memiliki kemampuan sihir. Semua orang mati berada di bawah perintahnya. Dia setan bengis yang tak punya hati. Dalam batas-batas tertentu dia bisa muncul kapan dan di mana saja, dan dalam batas kemampuannya dia bisa memerintah keadaan alam, badai, kabut dan petir. Bisa pula memerintah binatang seperti tkus, kelelawar, rubah , serigala dan beruang. Dia bisa pula menjadi serigala atau kelelawar. Bisa menghilang dan menjelma menjadi kabut pekat.
Sepak terjang Dracula menjadi legenda selama berabad-abad. Sebagian mempercayainya dia benar-benar ada, sebagian menganggap hanya kisah tahayul belaka. Tak seorangpun berani membuktikan keberadaannya apalagi memburunya hingga akhirnya ada enam orang pemberani yang memiliki syaraf baja untuk memusnahkan dan membuangnya ke neraka paling dalam hingga tak lagi mengganggu umat manusia yang berada di bumi ini.

Mereka adalah Mina Harker yang dengan keberaniannya telah menyelamatkan suaminya, Jonathan Harker, seorang penasehat hukum dari kegilannnya setelah secara tak disadarinya bertemu langsung dengan Count Dracula dan membuka jalan bagi vampir itu untuk memasuki Inggris. Quincey Morris, jutawan petualang, Arthur Holmwood (Lord Goldaming), seorang bangsawan Inggris, Dr. John Seward, kepala rumah sakit Jiwa di Inggris, dan Prof. Abraham Van Helsing, dokter bedah asal Amsterdam dan satu-satunya dari kelima orang diatas yang mengetahui kekuatan vampir serta bahaya yang mengancam hidup dan jiwa para pemburunya. Hanya dia yang tahu artinya menantang kejahatan Dracula.

Keenam orang ini dipersatukan untuk memburu Dracula karena orang yang mereka kasihi, Lucy Westenra mati dan berubah wujud menjadi vampir yang meneror anak-anak di London. Lucy adalah korban pertama yang dipilih Count Dracula di Inggris. Semua berawal ketika Jonathan Harker ditugaskan oleh kantor pengacaranya untuk mengunjungi Count Dracula di purinya di Transylvania guna mengurus pembelian beberapa rumah di London – Inggris. Awalnya Jonathan tak mengira bahwa kliennya adalah mahluk vampir hingga akhirnya ia menemukan beberapa keanehan di puri tersebut dan menyadari bahwa dirinya terperangkap dalam puri Dracula. Walau akhirnya Jonathan bisa meloloskan diri dari puri setan tersebut, jiwanya terguncang dan menderita demam otak hingga harus dirawat di Budapest selama berminggu-minggu.

Ketika sembuh, Jonathan pulang ke Inggris dan menikah dengan Mina yang merupakan sahabat Lucy Westenra. Adapun Count Dracula setelah urusannya dengan Jonathan Harker selesai, ia segera berangkat ke Inggris dengan membawa beberapa peti dan menumpang sebuah kapal Rusia. Kapal yang ditumpanginya itu terombang-ambing terdampar di pantai Wiltby Inggris, anehnya ketika sampai di pelabuhan tak seorang awak kapalpun yang ditemukan kecuali mayat nahkoda kapal yang terikat pada kemudi kapal. Dalam kantungnya terdapat secarik kertas yang menceritakan kejadian-kejadian mengerikan di atas kapalnya. Selain itu beberapa saksi mata melihat bahwa ada seekor anjing besar melompat dari kapal dan kabur menuju pekuburan umum.

Korban pertama yang dipilih Dracula di Inggris adalah , Lucy Westenra yang saat itu sedang diperebutkan oleh berapa pria sekaligus yaitu Quincey Morris, Dr. Seward, dan Lord Goldaming. Walau akhirnya Lucy memilih Lord Goldaming sebagai calon suaminya, kebahagiaannya tiba-tiba terengut ketika kesehatan Lucy menurun drastis. Lucy selalu tampak lemas dan kekurangan darah. Di lehernya tampak dua luka seperti bekas gigitan binatang Awalnya Dr. Seward yang merawatnya tak bisa menyembuhkannya, kondisi Lucy yang semakin memburuk hingga akhirnya Dr Seward mengundang rekannya Prof Van Helsing untuk memeriksa Lucy. Dari diganosa Van Helsing inilah akhirnya diketahui apa penyebab sakitnya Lucy.

Nyawa Lucy tak terselamatkan dan berubah menjadi vampir. Dengan sangat terpaksa jasad Lucy harus dipenggal kepalanya dan ditusuk jantungnya dengan pasak kayu oleh orang-orang yang mengasihinya. Setelah kematian Lucy, Van Helsing beserta Dr. Seward, Quincy Moris, Lord Goldaming, dan pasangan Jonathan dan Mina Harker memburu keberadaan Dracula di Inggris, mereka menyatroni rumah-rumah yang dibeli Count Dracula untuk menyucikan peti-peti yang merupakan tempat peristirahatannya di Inggris hingga memburunya ke Puri Dracula di Translyvania.

Kisah diatas adalah novel horor klasik karya Bram Stoker – Dracula. Novel yang pertama kali terbit pada tahun 1897 ini bisa dikatakan merupakan novel yang pertama kalinya mempopulerkan kisah dracula/vampir. Setelah itu ratusan buku dan film tentang dracula bermunculan hingga kini. Yang terakhir dan fenomenal adalah novel The Historian karya Elizebth Kostova yang mengaku terinspirasi dari karya Bram Stoker ini. Sedangkan di ranah film, salah satu film terkenal yang diadaptasi dari novel Dracula adalah film besutan sutradara kondang Francis Ford Coppola yang berjudul Dracula (1992). Film ini dibintangi oleh artis-artis papan atas Hollywod seperti Keanu Reaves, Anthoni Hopkins, Winona Ryder, dll.

Novel Dracula ini ditulis Bram Stroker layaknya sebuah buku harian, atau istilah sastranya dikenal dengan ‘epistolary novel’ dimana isinya merupakan kumpulan catatan harian, telegram, surat-surat para tokoh-tokohnya, kliping surat kabar, alat rekam, dll. Gaya penulisan seperti ini lazim ditemui di novel-novel abad 19. Jadi dalam novel ini pembaca akan disuguhkan berbagai catatan harian yang disusun secara urut tanggal dari para tokoh-tokohnya yaitu Jonathan Harker, Mina Harker, Lucy, Dr. Seward, dan Van Helsing. Selain itu terdapat juga artikel surat kabar, isi sebuah telegram, dan surat menyurat antar para tokohnya.

Uniknya walau ditulis dengan cara seperti ini, semuanya terangkai dengan sempurna dan membentuk sebuah kisah yang menarik. Catatan-catatan ini tersaji secara linier dari hari- kehari, kadang mundur sedikit kebelakang atau terdapat beberapa tanggal yang sama untuk melihat sebuah kejadian dari sudut pandang tokoh lain. Hal ini membuat karakter tokoh-tokohnya menjadi kuat karena mengungkap kondisi jiwa para tokohnya menurut perasaannya masing-masing. Hanya saja rupanya Bram Stroker terjebak dalam gaya tuturan yang sama antara tokoh satu dengan yang lainnya, padahal sejatinya catatan harian tiap orang pasti memiliki gaya penulisan yang berbeda.

Karena novel ini ditulis di abad ke 19, tentu saja plot kisah novel ini tidak secepat novel-novel horor jaman kini. Beberapa bagian bahkan terkesan sangat romantik dan mendayu-dayu. Tidak ada ketegangan yang belebihan pada novel ini. Deskripsi yang lazim dalam novel-novel horor seperti darah, kekerasan, dan prosesi pemusnahan mayat yang telah menjadi vampir dideskripsikan dengan wajar sehingga tak membuat pembacanya mual atau bergidik jijik. Namun novel ini tetap menarik untuk dibaca. Pembaca akan dibawa dalam suasana kota London yang kelam ketika matahari beranjak terbenam. Emosi para tokoh-tokohnya tereksplorasi secara mendalam, disini tampak kelihaian Stroker meninjau ke dalam jiwa manusia yang dilanda ketakutan.

Selain menyuguhkan kekelaman, kengerian dan serunya kisah perburuan Dracula. Novel ini bisa dipandang sebagai sebuah novel tentang perubahan peran gender, pergumulan antara tradisi dan modernisasi di akhir abad 19. Di sepanjang cerita, terdapat berbagai referensi atas perubahan peranan gender; Mina Harker adalah seorang wanita modern, yang kecerdasannya yang membuat kagum para tokoh prianya. Ia fasih menggunakan mesin tik. Ia juga menggunakan akal sehatnya dalam melacak keberadaan Count Dracula.

Dalam hal tradisi dan modernisasi, melalui novelnya ini Bram stroker juga menguraikan mengenai menyatunya tradisi (tradisi rakyat dan agama) dan modernisasi. Hal ini terlihat jelas pada tokoh Van Helsing, seorang dokter yang menggunakan cara-cara modern dalam menyelamatkan nyawa Lucy seperti transfusi darah (bisa dibayangkan bagaimana transfusi darah di abad ke 19!), namun ia juga melakukan tindakan diluar nalar seperti menggunakan bawang putih sebagai penangkal vampire, mensterilkan peti Dracula dengan hosti (roti perjamuan kudus), dll.

Melihat luasnya cakupan yang ditulis Stoker dalam novelnya ini, tak heran jika novel ini menjadi novel klasik yang walau telah berusia lebih dari satu abad namun terus dikenang orang hingga kini. Rl. Fisher dalam kata pengantar novel ini mengungkap bahwa novel ini menjadi abadi bukan karena penulisnya, bukan pula karena keistimewaan plotnya, gayanya, dialognya atau pada bagian-bagian deskriptifnya.

Menurutnya yang menjadi keistimewaan Dracula adalah temanya yang luar biasa kuat, penggunaan sudut pandangnya yang beragam, kemampuan Stroker untuk mencakup beberapa bidang (intelektual, emosional, maupun seksual), serta adanya beberapa peristiwa yang benar-benar mengerikan, dan mungkin yang paling penting adalah kemampuan penulisnya meninjau ke dalam jiwa manusia. Efek Dracula sangat cocok kalau disamakan dengan efek mimpi buruk. Kita tak bisa menyentuh mimpi buruk, bahkan tak bisa menimbang atau mengukurnya. Tak seorangpun bisa membantah rasa takut yang ditimbulkannya pada diri kita. Jadi keberhasilan Dracula untuk bertahan adalah berkat kemampuan Bram Stroker untuk melihat dunia dari segi di mana mimpi adalah kenyataan dan kesadaran adalah mimpi

Resensi buku I

Februari 6, 2008 at 8:44 am | In Uncategorized | 1 Comment

Judul : Usagi Yojimbo #1 : Shades of Death (Bayang-Bayang Kematian)
Penulis & ilustrator : Stan Sakai
Penerjemah : Rosi L. Simamora
Teks & Layout : Eduard Iwan Mangopang
Editor : Tanti Lesmana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : September 2007
Tebal : 197 hlm ; 9.8 mm
Genre : Novel Grafis

Miyamoto Usagi, adalah samurai yang hidup di penghujung abad ke 16. Jalan hidupnya sarat dengan pertempuran. Ia hidup pada zaman dimana para tuan tanah (Lord) harus bertarung guna memperebutkan tanah dan kekuasaan. Usagi mengabdikan dirinya pada Lord Mifune. Dalam sebuah pertempuran yang dahsyat Usagi harus kehilangan majikannya yang tewas terbunuh. Otomatis Usagi menjadi seorang Ronin, samurai tanpa majikan. Daripada mengabdi pada majikan lain ia memilih menjadi samurai pengelana untuk memerangi ketidakadilan yang ia temui dalam pengembaraannya, dan juga ia percaya seorang samurai hanya boleh memiliki atau mengabdi hanya kepada satu majikan seumur hidupnya
Siapa sebenarnya Miyamoto Usagi atau yang dikenal dengan nama Usagi Yojimbo? Ia adalah seekor kelinci ! Bagaimana mungkin seekor kelinci bisa menjadi samurai? Hal ini mungkin saja terjadi dalam dunia komik atau istilah kerennya disebut Novel Grafis.

Stan Sakai, pemenang Eisner Award, adalah komikus kelahiran Jepang yang kini berkarya dan bermukim di Amerika Serikat. Dalam menciptakan karakter Miyamoto Usagi ia mengaku terinspirasi oleh samurai legendaris Miyamoto Musashi. Hanya saja karakter yang ia ciptakan ini bukanlah manusia melainkan seekor kelinci yang berperilaku seperti manusia. Hal ini dikenal dengan istilah ‘Anthropomorphic’ , yaitu memberikan sifat manusia kepada satu objek yang bukan manusia. Contoh yang paling populer adalah tokoh donal bebek, kura-kura ninja, sponge bob,dll yang berperilaku layaknya manusia, berjalan dengan dua kaki, dapat berbicara, berpikir dan melakukan aktifitas yang dilakukan manusia. Demikian pula dengan seri Usagi, semua tokoh-tokohnya merupakan hewan yang berperilaku seperti manusia.

Shades of Death (Bayang-bayang Kematian) merupakan salah satu komik hitam putih seri Usagi yang pertama kali diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Gramedia. Sejatinya Shades of Death merupakan buku kedelapan dari ke duapuluh satu seri Usagi Yojimbo. Namun buku ini diberi titel oleh Gramedia sebagai buku #1. Tampaknya Gramedia menerjemahkan seri Usagi berdasarkan penerbitan dari Darkhorse yang mulai menerbitkan seri Usagi dari buku kedelapan sejak Stan Sakai bergabung dengan Darkhorse mulai September tahun 1997. Sedangkan buku pertama hingga ketujuh diterbitkan oleh Fantagraphics Books.

Dalam Shades of Death, Stan Sakai mengetengahkan 7 buah cerita petualangan Usagi Yojimbo yang masing-masing kisahnya berdiri sendiri. Kisah pertama yang diberi judul Bayang-Bayang Hijau dibuka dengan adegan ketika Usagi dan temannya Gen, seekor badak petualang bertarung menghadapi serbuan para ninja dari marga Neko. Lolos dari kepungan ninja, Usagi dan Gen bertemu dengan Kakera, tokoh sakti yang memiliki kemampuan sihir. Kakera membawanya ke kediamannya dan darinya diperoleh keterangan bahwa Marga Neko sedang berperang dengan Marga Komori. Untuk mengalahkan Marga Komori, Ninja Neko menangkap Kakera guna mendapatkan kekuatan sihirnya. Selain itu Ninja Neko juga berniat membunuh semua penduduk desa tempat Kakera tinggal agar tidak ada saksi atas perbuatannya. Untuk melawan Ninja Neko, Kakera dengan sihirnya menghadirkan Leonardo cs, yang dikenal dengan sebutan Kura-kura Ninja. (Teenage Mutant Ninja Turtles/TMNT) . Kehadiran yang mengejutkan pembacanya karena Leonardo cs berasal dari zaman yang berbeda dengan zaman samurai.

Lalu ada lagi kisah “Shi”, kisah yang tak kalah seru, dimana Usagi mencoba menyelamatkan penduduk desa yang hendak diusir oleh penguasanya yang ingin menguasai sendiri kandungan emas yang terdapat di desa itu. Untuk menakut-nakuti penduduk desa agar tidak betah dan meninggalkan kediamannya, si penguasa menyewa empat orang pembunuh bayaran yang bernama Shi (dalam aksara jepang ’shi’ bisa berarti empat atau kematian). Kisah semakin seru ketika akhirnya Usagi harus berjuang seorang diri untuk mengalahkan gerombolan Shi.

Selain itu ada pula kisah yang unik dan lucu yang berjudul “Dongeng Kadal-kadal” , kisah yang menceritakan Usagi yang direcoki oleh kadal-kadal ini sangat unik adalah karena seluruh panel gambar dalam kisah ini tak satupun yang menyertakan balon percakapan kecuali kalimat bunyi seperti “krak”, “iip-iip” (suara kadal), “hook”, “grrrr”, “glek”, dll. Perlu diketahui, kadal adalah karakter favorit Stan Sakai, karenanya kita akan menemui sang kadal berseliweran dalam seluruh cerita dalam buku ini.

Di tiga kisah terakhir di buku ini yang berjudul : Kebun Usagi, Musim Gugur, dan Medan Pertempuran, semuanya menceritakan masa lalu Usagi ketika masih belajar untuk menjadi seorang samurai. Ketiga kisah ini menarik dari segi filosofis karena semua kisahnya mengandung nilai moral yang tinggi. Namun walau demikian ketiga kisah ini tetap menghibur dan mudah dimengerti oleh pembacanya.

Banyak kalangan memuji serial Usagi Yojimbo ini. Walau dikemas dalam bentuk komik yang semua tokohnya binatang, dan menceritakan sepak terjang seorang ronin kelinci yang sarat dengan adegan pertempuran, namun komik ini mengungkap pula soal, budaya, mitos, folkor, sejarah, dan kehidupan masyarakat jepang di abad ke 16. Bahkan beberapa kisah seri Usagi diadaptasi dari kejadian sesungguhnya yang dicatat dalam buku-buku sejarah Jepang.

Keputusan Stan Sakai menggunakan karakter binatang untuk seluruh tokoh-tokohnya juga bisa dikatakan langkah jenius, karena dengan demikian aroma kekerasan dalam seri usagi akan sedikit tersamarkan. Warna hitam putih yang dipakai dalam seri Usagi juga turut meredam nuansa kekerasan karena tak ada warna merah darah ketika pedang usagi menyabet lawan-lawannya.

Bersyukur kini pecinta komik tanah air bisa menikmati komik yang telah diterjemahkan ke lebih tujuh bahasa ini kedalam bahasa Indonesia. Gramedia menerbitkan komik ini dengan format yang hampir menyerupai aslinya dan dicetak dengan kualitas cetak yang memuaskan. Guratan Stan Sakai yang bersih, detail, panel-panel gambar yang tertata rapih, dan terjemahan yang baik membuat komik ini memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi bagi siapa saja. Tak heran komik ini diberi label ’semua umur’ oleh gramedia, namun mungkin lebih tepat jika dikategorikan sebagai bacaan remaja-dewasa karena anak-anak rasanya tak mungkin memahami seluruh rangkaian kisah dalam buku ini.

Keputusan Gramedia untuk menerbitkan seri Usagi Yojimbo dari nomor 8 : Shades of Death, sempat dipertanyakan Rieza Fitramuliawan, penggemar dan pemerhati komik yang aktif berdiskusi dalam milis-milis komik. Dalam sebuah milis perbukuan, Rieza menulis bahwa jika pembaca memulainya dari buku ke delapan maka terlalu banyak cerita yang terlewat dan akan sangat mengganggu kenikmatan membaca. Walau di buku ke delapan (shades of death) ini
kejanggalan cerita tidak begitu terasa, tapi pada buku-buku selanjutnya, akan banyak catatan kaki yang ditulis oleh Stan Sakai yang merujuk pada beberapa peristiwa yang terjadi di buku-buku
sebelumnya.

Menanggapi hal ini, Tanti Lesmana (editor GPU) ketika menjawab keraguan Rieza mengungkapkan bahwa penerbitan seri Usagi yang dimulai dari buku kedelapan ini sudah didiskusikan dengan penerbit Darkhorse selaku pemegang right buku ini. Jadi untuk di
Indonesia seri Usagi akan dimulai dari buku 8 sampai 13, setelah itu baru dari nomor 1 -7 akan menyusul diterbitkan. Namun demikian Tanti juga menjamin meski dimulai dari Shades of Death, ia yakin pembaca tidak akan bingung mengikuti ceritanya.

Memang benar, seluruh kisah dalam buku ke delapan ini masih bisa diikuti jalan ceritanya, namun pembaca yang kritis tetap akan merasakan adanya hal yang perlu diketahui olehnya agar dapat lebih menikmati buku ini sengan sempurna. Misalnya kemunculan Gen dalam kisah Bayang-bayang Hijau mungkin menimbulkan pertanyaan siapa Gen dan mengapa Usagi berkawan dengan Gen, siapa ninja Neko, atau saat Leonardo. Cs (kura-kura Ninja) bertemu dengan Usagi terungkap bahwa mereka sudah pernah bertemu, hal ini menimbulkan pertanyaan bagi pembaca kapan mereka perbah bertemu, dll. Semua iti tidak dijelaskan dalam buku ke delapan. Asal-usul Usagi pun tidak terungkap secara jelas kecuali pada sinopsis singkat di cover belakang dan tiga kisah terakhir di buku ini yang menceritakan masa lalu Usagi ketika berguru pada senseinya.

Hal lain yang dalam edisi terjemahan yang disesalkan oleh Rieza adalah tidak dimuatnya kata pengantar di buku ini. Menurutnya sejak seri Usagi 1 s/d 21 sampai saat ini, selalu terdapat kata pengantar dari tokoh terkenal , mulai Jodorowski, William Stout, Will Eisneer, dan beberapa tokoh terkenal lagi lainnya. Ini memperlihatkan bahwa cerita usagi menarik bagi banyak kalangan dari berbagai profesi dan banyak dipuji oleh publik Amerika. Walau sebenarnya ini promosi, tapi sayang kata pengantar jika dihilangkan : kadang dengan membaca kata pengantarnya kita bisa memahami cerita dan filosofi cerita dari perspektif lain. Demikian ungkap Rieza

Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan edisi terjemahan buku ini, terbitnya seri Usagi tentunya disambut baik oleh pecinta komik di Indonesia. Semoga Gramedia diberikan nafas panjang untuk terus menerbitkan secara lengkap ke 21 seri Usagi Yojimbo. Menikmati kepiawaian Stan Sakai dalam mengadaptasi legenda samurai tak cukup hanya di buku ini saja. Di seri-seri selanjutnya masih banyak hal-hal menarik dari petualangan si ronin kelinci usagi yang tentunya memberikan banyak manfaat dalam memperluas cakrawala berpikir kita khususnya dalam semangat dan filosofi bushindo, dan sejarah Jepang dimasa lalu.

Hello world!

Januari 29, 2008 at 9:24 am | In Uncategorized | 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.